Studi Kasus Mengenai Peralihan Teknologi Televisi Indonesia


Pada postingan kali ini admin ingin membahas mengenai studi kasus peralihan teknologi televisi terkini di indonesia, berikut liputannya..



Studi Kasus Perkembangan Pertelevisian di Indonesia




Penyiaran analog tidak menghasilkan kualitas gambar dan suara yang memadai di pesawat televisi. Penyiaran digital membantu kualitas penerimaan sinyal gambar dan suara di televisi agar sesuai dengan sinyal asalnya. Sinyal digital bisa diterima tanpa perlu mengganti televisi, dengan bantuan set-top-box . Set-top-box adalah alat untuk mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV. Set-top-box dibutuhkan untuk membaca sinyal digital. Tanpa set-top-box, gambar dan suara tidak akan muncul di TV.
International Telecommunication Union (ITU) telah menetapkan tanggal 17 Juni 2015 merupakan batas waktu untuk migrasi penyiaran analog ke digital. Ketika dunia bersama-sama beralih ke digital,  maka teknologi analog akan menjadi usang dan mahal pengoperasiannya. Penggunaan frekuensi penyiaran analog pun tidak akan mendapatkan proteksi internasional. Digitalisasi berdampak pada efisiensi pita frekuensi radio sebagai sumber daya terbatas.

Dengan teknologi digital terkini (DVB-T2), pemirsa akan menikmati kualitas penerimaan gambar dan suara yang menakjubkan, bertambahnya jumlah saluran program siaran, munculnya aplikasi penyiaran baru, multimedia dan layanan entertain lainnya. Lembaga penyiaran akan mendapatkan keuntungan rendahnya biaya operasi dan kecanggihan teknologi. Peluang pengembangan konten lokal menjadi terbuka.

Di era analog, penyediaan infrastruktur dan program siaran dilakukan oleh satu Lembaga penyiaran untuk menyiarkan 1 program siaran. Di era digital dengan teknologi terkini DVB-T2, penyediaan infrastruktur oleh 1 lembaga penyiaran bisa menyalurkan sampai dengan 12 program siaran. Dengan demikian, di era digital Lembaga Penyiaran Penyelenggara Program Siaran (LP3S) dalam menyalurkan program siarannya tidak perlu membangun/memiliki infrastruktur sendiri, namun bisa menyewa dari Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing (LP3M) sebagai penyedia infrastruktur. Pemerintah menetapkan setiap wilayah terdapat 6 LP3M yaitu LPP TVRI dan 5 dari Lembaga Penyiaran Swasta (LPS). Jumlah ini paling optimal sesuai kondisi penyiaran di era analog mempertimbangkan aspek teknologi, aspek ekonomis dan keterbatasan frekuensi radio. 

Pemerintah menetapkan dengan pertimbangan efisiensi infrastruktur (menara, antena, pemancar) yang sudah terbangun, yang berhak menjadi LP3M adalah LPS yang telah beroperasi dan memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran. Peluang bagi penyelenggara baru menjadi LP3M tidak diberikan karena hal ini merupakan suatu inefisiensi bila terjadi pembangunan infrastruktur yang baru padahal infrastruktur yang tersedia sudah ada. Dalam pelaksanaan seleksi LP3M, pemerintah akan menetapkan kriteria ketat sehingga kesempatan sebagai LP3M akan terbuka lebih adil. Pemerintah akan memastikan LP3M agar melaksanakan prinsip “open access/keterbukaan” dan “non-diskriminatif” sehingga praktek-praktek monopoli bisa dihindarkan. Pemerintah akan mengenakan sanksi tegas untuk setiap pelanggaran yang terjadi.

Kriteria seleksi akan ditetapkan secara ketat sehingga  hanya satu LPS yang mewakili satu kelompok usaha untuk bisa mengikuti proses seleksi dan memenangkan hak sebagai LP3M di satu zona. Tim seleksi akan menggugurkan jika ada peserta yang yang terbukti memiliki afiliasi dengan peserta lainnya di zona yang sama.

Kemkominfo merencanakan pelaksanaan seleksi dimulai bulan Februari 2012. Pertimbangan waktu yang cepat ini adalah target mulai pelaksanaan siaran digital di tahun 2012 dan target penghentian siaran analog di tahun 2018. Durasi migrasi tahun 2012-2018 ini dirasakan ketat sehingga pemunduran jadual akan berdampak pada pemunduran jadual penghentian siaran analog.

Sejarah Perkembangan Televisi di Indonesia

Pada postingan sebelumnya, admin menuliskan tentang proses dari sejarah perkembangan tv di dunia. Nah, pada postingan kali ini admin bakal kasi tau gimana sih proses perkembangan televisi di indonesia , dampak yang ditimbulkan oleh televisi bagi masyarakat indonesia sampai dengan penjelasan tentang tv analog-dan tv digital.  yuk disimak!

Televisi di indonesia




Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 215/1963, dibentuk yayasan TVRI yang berlaku sejak tanggal 20 Oktober 1963. Dengan kondisi yang terbatas, lahirlah televisi siaran Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1962 dengan jangkauan siaran yang masih sangat terbatas.
Tiga tahun kemudian, pada tanggal 17 Agustus 1965 dengan berbagai gejolak politik yang terjadi pada waktu itu, lahirlah televisi di Daerah Istimewa Yogyakarta.


Setelah diluncurkan SKSD (Sistem Komunikasi Satelit Domestik) Palapa pada tahun 1976, siaran televisi mulai mengalami perkembangan . Perpaduan antara berbagai teknologi baru, teknologi komunikasi satelit dan terjadinya proses alih teknologi yang memungkinkan TVRI dapat menjangkau wilayah-wilayah di Indonesia dengan kualitas gambar dan suara yang semakin jelas.

Pada saat yang bersamaan, pemilik televisi pun ikut mengalami peningkatan. Berdasarkan data pada tahun 1969 perkirakan terdapat 65.000 unit pesawat televisi. Pada tahun 1984 terus meningkat hingga mencapai angka 7 juta pemilik televisi.

Sebagai media massa, televisi memiliki unsur-unsur karakteristik sebagai berikut :
1. Tidak bersifat alamiah, tetapi selalu tersusun, dibentuk, dan direncanakan, bahkan melalui wadah organisasi.
2. Kegiatannya terarah dan bertujuan, sehingga merupakan hal yang direncanakan.
3. Komunikasi sering tidak hanya satu orang individu saja, melainkan kolektivitas.
4. Karena sifatnya yang diorganisasikan, kegiatan televisi tidak bersifat personal, tetapi berlangsung dalam jangkauan komunikasi yang luas dan dikerjakan dalam bentuk jamak serta massal.

Mulai tahun 1989, pemerintah mengizinkan kehadiran televisi swasta sehingga bermunculan TV-TV swasta. Televisi memberikan dampak positif maupun negatif.

Dampak positif dari televisi
a. Menambah wawasan di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.
b. Menambah pendidikan dan pengetahuan.
c. Mengomunikasikan hasil-hasil pembangunan.

Dampak negatif dari televisi
a. Penjajahan informasi dari suatu negara terhadap negara lain.
b. Budaya konsumerisme dan konsumtif.

Namun, dengan adanya perkembangan jaman sehingga menuntut pemerintah untuk membenahi negara dan ikut berkembang dan beradaptasi akan teknologi yang diterapkan di dunia, sehingga Menteri Komunikasi dan Informatika pada era SBY mengatakan pada tahun 2017 dipastikan seluruh siaran televisi analog akan dihentikan di Indonesia. Menurut Tifatul Sembiring, kualitas gambar dari televisi digital lebih bagus dari televisi analog. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk televisi digital juga lebih murah dibandingkan dengan televisi analog. Dan juga tidak menghabiskan banyak spectrum siaran televisi analog. Sehingga mengentikan siaran televisi analog dapat mengemat penggunaan spectrum siaran dan dapat dimanfaatkan untuk layanan lain demi peningkatan pendapatan negara. Tapi dalam melaksanakan rencana tersebut, ada masalah yang dihadapi. Karena kebanyakan pesawat televisi saat ini adalah mdel analog, sehingga tidak dapat menerima siaran digital. Agar dapat menerima siaran digital, pesawat televisi analog membutuhkan peralatan khusus bernama set top box.

Nah kira-kira seperti itulah penjelasan gimana sih sejarah tv di indonesia, ada juga penjelasan tentang tv analog dan tv digital, semoga thread kali ini menambah wawasan kalian tentang pertelevisian di indonesia ya guys!, thankyou for reading this article, see ya!

Sejarah Perkembangan Televisi Dunia

Yup! Pada kali ini penulis ingin membagi pengetahuan bersama tentang sejarah perkembangan televisi di dunia. Banyak penemu-penemu yang berperan penting dalam perkembangan televisi dari pertama ditemukan hingga sampai televisi yang biasa kita tonton saat ini. Ingin tahu bagaimana perkembangan televisi dari awal hingga jaman sekarang ini ? Yuk kita pantengin..




Asal Usul Sejarah dan Penemuan Televisi (TV)


Sejarah penemuan televisi itu terdapat berbagai orang maunpun organisasi yang terlihat di dalamnya. Dari perkembangan ide sampai menjadi sebuah mesin elektronik bernama televisi, dibuat dengan kerja keras dari berbagai pihak.
Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ’televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.

Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
Pada tahun 1840, Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 baris.
1876 – George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda.
1884 – Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut Teleskop Elektrik dengan resolusi 18 garis.
1888 – Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
1897 – Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan oleh ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi cikal bakal televisi layar tabung.
1900 – Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
1907 – Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.



1923 – Vladimir Kozma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia. Setahun kemudian, dia mendapat kewarganegaraan Amerika Serikat dan menyelesaikan studi doktornya di Universitas Pittsburgh. Vladimir lahir di Rusia, 30 Juli 1889. Dia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. Dia bekerja di perusahaan elektronik RCA dan selama 
1930 hingga 1940-an, perusahaan itu memanjakannya dengan menguras dana US$ 150 juta untuk produksi teknologi televisi. Keterbukaan Zworykin pada kritik, membuatnya menemukan penemuan baru lagi. Sebuah kamera tabung. Ini melengkapi teknologi televisi tabung penemuannya. Penemuan itu dinamakannya iconoscope, berasal dari bahasa Yunani, icon yang berarti citra dan scope yang berarti mengamati. Ia meninggal karena usia tua pada 29 Juli 1982. Dialah yang kemudian sebagai Sang Penemu Televisi. (1889-1982).

Pada tahun 1925, sejarah perkembangan televisi menapaki babak baru ketika John Logie Baird yang berkebangsaan Skotlandia memperlihatkan televisi kepada umum untuk pertama kalinya, sehingga dia lebih dikenal sebagai penemu televisi ketimbang Vladimir Kozma Zworykin.
1927 – Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

1939 – tepatnya tanggal 11 Mei, untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televisi dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual. Stasiun televisi itu kemudian diberi nama Nipko, sebagai penghargaan terhadap Powel Nipkov, ilmuwan terkenal Jerman dan salah seorang penemu peralatan televisi.

1940 – Peter Carl Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.

1956 – Robert Adler kelahiran Amerika Serikat bersama rekannya Eugene Polley, menemukan remote control televisi. Walaupun bukan televisinya, tetapi penemuannya menjadi sangat penting bagi teknologi televisi. Dia meninggal dalam usia 93 tahun. Penerima penghargaan Emmy tahun 1997 karena penemuannya itu mendapatkan lebih dari 180 paten Amerika selama karir 58 tahunnya. Menurut istrinya, pengendali jarak jauh televisi itu bukanlah penemuan favoritnya dan dia jarang menonton televisi.

1958 – Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan layar televisi dikemukakan oleh Dr. Glenn Brown.
1964 – Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.
1967 – James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
1968 – Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
1975 – Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.
1979 – Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.
1981 – Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.
1987 – Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.

1995 – Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.



2000-an, masing-masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

2008 dan seterusnya, menyusul perkembangan televisi digital di negara-negara Amerika dan Eropa, Indonesia juga akan menerapkan sistem penyiaran Televisi digital (Digital Television/DTV) adalah jenis TV yang menggunakan Modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi.

 Nah kira2 seperti itu sobat tentang sejarah perkembangan televisi dunia! menarik bukan? tentunya penulis dalam menulis ini tidaklah mungkin bersumber mutlak dari pemikiran sendiri melainkan dari salah satu website besar yaitu :
http://www.anehtapinyata.net/2016/01/sejarah-televisi-dan-perkembangannya.html
setelah penulis mendapatkan sumber dan menambahkan dari pemikiran penulis, maka terciptalah thread ini!, terimakasih telah meluangkan waktu membaca thread ini, hokyah!