Media Literacy






Pangertian Literacy Media
Secara bahasa, literacy media artinya "melek media" atau verdas bermedia", yaitu kemampuan memahami dunia media massa sehingga kritis dan selektif dalam menerima informasi dari media dan tidak mudah terpengaruh pesan terang-terangan dan terselubung pemberitaan nedia. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditunjukan agar pemirsa sebagai konsumen media (ternmasuk anak-anak) menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi dan diakses. Pada sisi lain, tidak banyak yang tau bahwa media memiliki kekuasaan secara intelektual di tengah publik dan menjadi medium untuk pihak yang berkepentingan untuk memonopoli makna yang akan dilempar ke publik,Pekerja media bebas untuk mengkonstruksi fakta keras dalam konteks untuk kepentingan publik dan merupakan bagian dalam kebebasan pers.
Berikut adalah beberapa defenisi Literaci Media :
1.      Literacy media adalah pengetahuan mengenai berbagai media berfungsi dalam masyarakat ( Paul Messaris ).
2.      Literacy Media adalah memahami kemampuan budaya, ekonomi, politik, dan teknologi pembuatan, produksi, dan penyiaran pesan (Justin Lewis & Shut Shally).
3.      Literacy Media adalah rangkaian gerakan media melek media, yaitu gerakan melek media dirancang untuk meningkatkan kontrol individu terhadap media yang mereka gunakan untuk mengirim dan menerima pesan (Baran & Dennis)
4.      Literacy Media adalah kemampuan untuk komunikasikan dengan segenap kemampuan di dalam semua media, cetakan dan elektronik, seperti juga untuk mengakses, meneliti dan mengevaluasi gambaran-gambaran, kata-kata dan bunyi-bunyi yang membentuk kultur media massa saat itu (Tapio Varis)
B. Elemen - Elemen Literaci Media
Terdapat 6 Elemen dari literacy media diantaranya yaitu :
1.Critical Thinking Skills
(Kemampuan diri kita untuk berpikir secara kritis terhadap suatu hal)
2.Understanding of mass comm process
(Pemahaman akan proses komunikasi massa)
3.Awareness of media impact
(Kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat)
4. Strategies for analyzing and discussing media messages
(Pengembangan strategi yang digunakan untuk menganalisis dan membahas pesan-pesan dari media)
5.Understanding of media context as a text
(Kesadaran akan isi media sebagai ‘teks’ yang memberikan wawasan dan pengetahuan ke dalam budaya kontemporer manusia dan diri manusia sendiri)
6. The ability to enjoy ,understand and appreciate media
(Peningkatan kesenangan, pemahaman dan apresiasi terhadap isi media)
Kami mengambil contoh dari sebuah iklan yang berjudul “lifebuoy shampoo preman”. Kami akan mengupas tuntas tentang iklan ini berdasarkan elemen-elemen yang ada didalam literasi media serta menganalisa makna-makna yang tersirat maupun tersurat didalam iklan ini.
Berikut tayangannya :https://www.youtube.com/watch?v=dCRRsoYhMuY                  
            Untuk menambah pemahaman masscom lovers iklan berdurasi singkat diatas bercerita tentang seorang ibu yang sedang menunggu anaknya pulang sekolah sambil asik menggunakan telepon genggamnya. Disaat yang bersamaan ada seseorang yang berperangai mencurigakan dan berpakaian preman. Ia berjalan mendekati ibu tersebut ingin mencopet handphone si ibu. Ketika anaknya keluar sekolah, tanpa disadari ibu tersebut berbalik badan dan kibasan rambutnya mengenai si preman sampai jatuh tersungkur. Ketika si preman mulai bangkit, giliran kibasan rambut sang anak yang menghempaskan si preman sampai terjatuh kembali :DD

Kini kelompok kami akan menjabarkan 6 elemen dari literasi media yang ada pada iklan “Lifebuoy Shampoo Preman” tersebut:
1. Critical thinking skills
    Yaitu kemampuan diri kita untuk berpikir secara kritis terhadap suatu hal yang dimana kita butuh melihat iklan shampoo tersebut agar bisa mengetahui dan mengenal jenis shampoo yang dikeluarkan oleh produk lifebuoy. Kita juga jadi mengetahui apa manfaat dan keunggulan dari shampoo baru tersebut,sehingga bagi orang yang melihat iklan tersebut merasa tertarik untuk membeli dan menggunakan shampoo itu sesuai dengan kebutuhan rambutnya.
2. Understanding of mass comm process
    Yaitu pemahaman akan proses komunikasi massa dimana iklan shampoo lifebuoy tersebut kurang masuk diakal dan sangat tidak sesuai dengan realita yang ada. Contohnya salah satu adegan iklan ini shampoo ini menunjukan hanya dengan menggunakan kibasan rambut dari sang ibu dan seorang anak, seorang lelaki dewasa dapat terjatuh dan pingsan dilantai (padahal dalam kenyataan kekuatan rambut seorang manusia tidak bisa sekuat itu).
3. Awareness of media impact
    Yaitu kesadaran akan dampak media terhadap individu dan masyarakat. Iklan ini memberikan dampak persuasi kepada orang-orang yang melihat iklannya untuk membeli shampoo tersebut. Dengan menonjolkan model ibu dan anak yang rambutnya kuat serta indah sehingga masyarakat terpengaruh jika kita memakai shampoo tersebut rambut kita akan sama seperti ibu dan anak tersebut. Narrator juga menonjolkan kalimat ekstra tambahan isi 20% didalam kemasan tersebut sehingga masyarakat akan membeli shampoo tersebut karena lebih untung dibanding membeli produk lain yang tidak memberikan eksta tambahan isi.
4. Strategies for analyzing and discussing media messages
    Yaitu pengembangan strategi yang digunakan untuk menganalisis dan membahas pesan- pesan dari media. Pada iklan ini ada seorang narrator yang memberikan sebuah kata-kata yang cukup mudah diingat yaitu “Kemenangan ekstra dari lifebuoy shampoo ekstra 20 persen harga tetap!” sehingga masyarakat berpikir akan mendapat keuntungan apabila membeli lifebuoy shampoo karena ada bonus tambahan isi 20% secara Cuma-Cuma.
5. Understanding of media context as a text
    Yaitu kesadaran akan isi media sebagai ‘teks’ yang memberikan wawasan dan  pengetahuan ke dalam budaya kontemporer manusia dan diri manusia sendiri. Dalam iklan ini yaitu pesan tersirat berupa tulisan “Rambut tebal dan sehat awal kemenanganmu”.  Ada juga contoh model berupa ibu dan anak yang memiliki rambut panjang ,hitam,berkilau serta lurus,.padahal belum tentu orang yang rambutnya pendek, tidak lurus/keriting, rambutnya berwarna/pirang, dan tipis termasuk dalam jenis orang-orang yang rambutnya tidak sehat.
6. The ability to enjoy ,understand and appreciate media
    Yaitu peningkatan kesenangan, pemahaman dan apresiasi terhadap isi media. Sebagai penonton kami memperoleh nilai-nilai tertentu seperti hiburan yang ditonjolkan dalam iklan ini yaitu pada saat laki-laki besar bisa terjatuh hanya karena kibasan rambut (yang dapat memacu tingkat humor). Selain itu kami juga memperoleh fungsi edukasi untuk memperoleh rambut yang sehat,indah dan berkilau kita harus rajin mencuci rambut dengan shampoo untuk membersihkan dan merawat rambut.


HUBUNGAN LITERACY MEDIA DENGAN TELEVISI
Literasi Media Pesan media tidak serta merta ada begitu saja, tetapi dibuat dan diciptakan oleh media dengan maksud dan tujuan tertentu. Hubungan antara media massa dan khalayak dibangun oleh pesan media, sedangkan pesan media memiliki ciri khas tersendiri. Media massa tidak sekedar memberikan informasi dan hiburan semata, tetapi juga mengajak khalayak untuk melakukan perubahan perilaku. Melalui beragam konten media yang khas dan unik sehingga pesan- pesan media itu terlihat sangat menarik. Pembingkaian pesan melalui teks, gambar, dan suara merupakan aktivitas media untuk mempengaruhi pikiran dan perasaan khalayak
Kesadaran dalam penerapan pengetahuan media literacy diharapkan masyarakat mampu menyikapi kehadiran tayangan- tayangan televisi dam mampu meminimalisasi dampak negatif dari tayangan. Dan melalui pengetahuan media literacymaka masyarakat akan memiliki kesadaran dan mungkin akan bisa melawan program- program televisi yang akan merusak moral generasi muda. Sehingga masing- masing individu dapat meminimalisir akses pesan media terhadap perkembangan mereka. Seorang individu yang melek media kemudian menjadi seorang individu yang mampu untuk membaca, memahami, mengevaluasi, menyeleksi dan mengkritik pesan-pesan media. Melek media, kemudian diwujudkan dalam tindakan konkret berupa pendidikan dan pelatihan bagi remaja mengenai dampak dan isi media. Dengan kemampuan semacam ini, konsumen media bukan lagi sebagai khalayak pasif tetapi khalayak aktif yang dapat menyeleksi dan menginterpretasi pesan- pesan.
Latest
Previous
Next Post »
0 Komentar